Legenda Sang Ambatukam

"Legenda Sang Ambatukam"


    Parrelson Bronkins, atau yang akrab disapa Bung Amba. Adalah seorang pejuang kemerdekaan yang berdarah campuran, dimana Bung Amba berasal dari keturunan Belanda-Indonesia. Orangtuanya yaitu Barvinson Van Bronkins yang berdarah Belanda, dan juga ibunya yang bernama Erini Mouwts, yang berdarah Indonesia-Inggris. 
    Ia lahir di Kabupaten Ngawi, lebih tepatnya Ngawi timur. Sebenarnya, Ia bisa saja mengikuti ayahnya hidup dengan santai dirumahnya yang mewah di Belanda, bersama dengan Ayah dan Kakek-Neneknya yang bekerja disana. Tetapi, Ia merasa iba dengan orang-orang Indonesia yang dijajah oleh Belanda, maka Ia tetap tinggal di Indonesia. Dia dengan berani datang ke markas prajurit Indonesia sendirian. Awalnya, Ia ditolak mentah-mentah oleh prajurit Indonesia oleh karena Ia berasal dari Belanda. Tetapi, setelah mendengar bahwa ia memiliki keturunan Indonesia dari Ibunya, dan bahwa Ia ingin membantu mereka. Maka prajurit-prajurit itupun menerima Parrelson (Bung Amba) disitu.
    Sekian lama Ia melawan penjajah, Ia naik jabatan menjadi pemimpin pasukan daerah Ngawi. Dan, sejak Ia diangkat menjadi pemimpin pasukan, disitulah pasukannya kerap memanggilnya Bung Amba, karena ucapan yang sering Ia lontarkan saat menyerang musuh. Yaitu, "Anbatoekan". Yang dalam bahasa Jawa Kuno, memiliki arti 'menusuk(terobos ke dalam)' yang kerap Ia lontarkan saat menyerbu pasukan musuh.
    Bung Amba memiliki 2 saudara lagi. Yang satu bernama Erly Moetsy Bronkins, dan satunya lagi Russdyson Bronkins. Bung Amba terkenal memiliki sifat yang tegas dan disiplin, itu disebabkan oleh karena Ibunya diculik oleh tentara Belanda saat umurnya masih 16 Tahun. Sedangkan Ayahnya, dikabarkan telah tewas oleh karena tentara yang berada di belanda mengetahui, bahwa Barvinson Van Bronkins adalah Ayah dari Ketiga anaknya yang berdarah Indonesia, yang dimana disana dianggap 'Najis'. Bahkan lebih buruknya lagi, Ayah Bung Amba ternyata telah tewas sejak umurnya 3 bulan tetapi baru diberitahu sekarang.
    Bung Amba yang saat itu berumur 16 tahun, terpaksa tinggal bersama kakak laki-lakinya, Russdyson. Singkat Cerita, Bung Amba Ditemukan Tewas Dikamarnya Pada 20 Juni 1788. Ia tewas mengenaskan berlumuran Cairan Racun Berjenis MoWnY di kamarnya. Diduga, pasukan belanda telah menaruh racun MoWnY didalam teh dimeja samping tempat tidur Bung Amba.
    Ia dikuburkan oleh teman-teman seperjuangannya, bahkan sebagian dari rekannya berkabung berhari-hari. Akhirnya, Bung Amba tewas sebagai Pahlawan yang memperjuangkan Indonesia Dikuburkan Di Taman Makam Pahlawan Ngawi.

Comments